TSOlTfzlGpdoGUGlTpzlTUOiTd==

Yayasan Bina Insani Limapuluh Kota Mulai Pembinaan Muallaf, Kunjungi Lima Keluarga Beri Bantuan Sembako

Pembina Yayasan Bina Insani ustazd Alfian (Kanan) sedang mempersiapkan Sembako bersama Ibu Siska, Anggota DPRD Limapuluh Kota dari Fraksi PDIP Dapil 1 (tengah) pada Sabtu (1/8/2026) di Tigo Alur

Limapuluh Kota, BN-News – Tim pendampingan Muallaf dari Yayasan Bina Insani Limapuluh Kota melakukan silaturrahmi ke rumah-rumah keluarga muallaf di beberapa kecamatan di kabupaten Limapuluh Kota pada Sabtu (1/8/2026).

Yayasan yang berpusat di Tigo Alur, Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota ini terus melaksanakan kegiatan sosial dan keagamaan.

Bersama istri dan rekan-rekan sejawat, sekarang ustazd Alfian fokus pada pemberdayaan umat, khususnya bagi para mualaf. Bersama tim diantaranya ustazd Abdul Fatah, ustazd Ajar Zain, dan lain-lain pada Sabtu (1/8/2026) mengawali kegiatan dengan bersilaturrahmi ke rumah-rumah keluarga muallaf di jorong Padang Ambacang, jorong Boncah nagari Batu Balang, jorong Purwajaya nagari Sarilamak kecamatan Harau dan jorong Tabek nagari Situjuah Banda Dalam kecamatan Simona kabupaten Limapuluh Kota.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Alfian menjelaskan bahwa sejumlah program telah dilaksanakan oleh yayasan, antara lain Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD/TK), Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ), serta kegiatan Sunat Massal yang pada Juni lalu diikuti oleh sekitar 40 anak. Sementara itu, agenda hari ini difokuskan pada pembinaan mualaf.

"Program pembinaan mualaf ini diawali dengan bersilaturahmi untuk menyambung rasa kasih sayang. Hari ini kami mengunjungi lima keluarga mualaf yang tersebar di wilayah Kecamatan Harau dan Kecamatan Simona," ujar Ustaz Alfian kepada awak media di sela-sela kegiatan.


Dalam kunjungan tersebut, tim yayasan membawa bantuan berupa sembako, buku-buku bacaan, serta pakaian shalat. Ke depannya, Yayasan Bina Insani berencana melanjutkan pendampingan tidak hanya dari sisi agama, tetapi juga aspek ekonomi, sosial, dan penyelesaian masalah kehidupan sehari-hari para mualaf.


Tim pendampingan muallaf yayasan Bina Insani ketika berkunjung ke rumah salah satu keluarga muallaf di jorong Boncah nagari Batu Balang, Sabtu (1/8/2026)

Ustaz Alfian menekankan pentingnya solidaritas umat Islam terhadap saudara-saudara mereka yang baru masuk Islam. Menurutnya, seorang mualaf secara otomatis menjadi bagian dari keluarga besar kaum Muslimin.


"Mereka adalah saudara kita. Sudah menjadi kewajiban bagi kaum Muslimin untuk membantu mereka ketika menghadapi masalah, layaknya membantu keluarga sendiri," tegasnya.


Sebagai staf di Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Limapuluh Kota, Ustaz Alfian sering berinteraksi dengan calon mualaf. Ia merasa memiliki "utang sosial" untuk terus menjaga dan membina mereka pasca-masuk Islam. Ia menyadari bahwa banyak tantangan berat yang dihadapi para mualaf, mulai dari dikucilkan atau diusir oleh keluarga asal, kesulitan ekonomi, hingga masalah pendidikan dan perjodohan.


"Tangan pemerintah seringkali tidak sampai menyentuh detail permasalahan pribadi mereka. Oleh karena itu, melalui Yayasan Bina Insani yang sudah berdiri bertahun-tahun ini, kami mencoba mengisi celah tersebut dengan dukungan dari rekan-rekan sejawat," jelasnya.


Tim pendampingan muallaf yayasan Bina Insani ketika berkunjung ke rumah salah satu keluarga muallaf di jorong Padang Ambacang nagari Batu Balang, Sabtu (1/8/2026)

Ustaz Alfian berharap Yayasan Bina Insani dapat menjadi lembaga yang terpercaya dan profesional dalam menangani urusan pembinaan mualaf di lingkungan setempat. Ia juga membuka pintu kolaborasi dan mengimbau kepada Baznas, LAZ, para muhsinin, maupun individu yang peduli untuk turut mendukung kegiatan ini melalui bantuan dana dan fasilitas lainnya demi kelancaran program sosial keagamaan tersebut.


Pewarta: F. Malin Parmato

Komentar0

Type above and press Enter to search.