Tanah Datar, BN-News – Kegiatan pendampingan demonstrasi Program Sawah Pokok Murah (SPM) kolaborasi antara petani, penyuluh pertanian, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas sukses terlaksana di jorong Bayua, Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar pada Kamis (23 Juli 2026).
Demikian di sampaikan oleh Amelia Putri Mahasiswa Agribisnis peserta KKN Universitas Andalas 2026 melalui rilisnya sebagaimana diterima redaksi baritonagarinews pada Ahad pagi (2/8/2026).
Hamparan sawah yang membentang menjadi saksi semangat kolaborasi itu. "Kegiatan ini merupakan lanjutan dari sosialisasi yang sebelumnya telah dilaksanakan. Jika pada tahap awal masyarakat memperoleh pemahaman secara teori, maka melalui demonstrasi lapangan ini para petani dapat melihat sekaligus mempraktikkan setiap tahapan penerapan Program Sawah Pokok Murah sesuai arahan penyuluh pertanian." kata Amelia Putri.
"Di tengah tanah yang masih basah itu dan sisa jerami yang memenuhi lahan, berlangsung sebuah upaya memperkenalkan teknik budidaya yang lebih efisien kepada petani melalui praktik langsung di lapangan yang disebut Program Sawah Pokok Murah (SPM)".
"Sejak pagi, suasana sawah dipenuhi aktivitas. Hadir ketika itu Kelompok Tani Talang Kuniang yang beranggotakan 20 orang petani. Penyuluhan dimulai dengan pengolahan lahan secara bertahap, dari persiapan lahan hingga tahapan yang diperlukan dalam demonstrasi budidaya.
Mahasiswa KKN Universitas Andalas turut mendampingi jalannya kegiatan, membantu berbagai proses di lapangan sekaligus belajar secara langsung mengenai praktik budidaya bersama masyarakat tersebut."
"Pendampingan ini menjadi bukti bahwa inovasi pertanian akan lebih mudah diterima apabila diperlihatkan secara nyata. Demonstrasi lapangan memungkinkan petani tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga mengamati, berdiskusi, dan memahami setiap tahapan sesuai dengan kondisi lahan yang mereka miliki. Proses belajar berlangsung secara interaktif melalui diskusi antara penyuluh dan petani yang saling bertukar pengalaman serta pengetahuan."
"Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Berada langsung di tengah aktivitas pertanian membuka wawasan mengenai dinamika kehidupan petani yang selama ini hanya dipelajari melalui teori di ruang kuliah. Mahasiswa belajar bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya bergantung pada inovasi teknologi, tetapi juga ditentukan oleh pendampingan yang berkelanjutan, komunikasi yang baik, serta partisipasi aktif masyarakat."
"Di sisi lain, kegiatan ini memperlihatkan kuatnya nilai gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat. Penyuluh memberikan arahan teknis, petani berbagi pengalaman berdasarkan kondisi lapangan, sementara mahasiswa ikut mendukung setiap tahapan kegiatan. Kolaborasi tersebut menciptakan suasana belajar yang hangat sekaligus menjadi contoh nyata sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan pertanian."
Kelompok tani juga memegang peranan penting dalam proses ini. Sebagai wadah pembelajaran bersama, kelompok tani menjadi jembatan penyebaran informasi dan inovasi kepada para anggotanya. Melalui pendampingan yang berkesinambungan, diharapkan penerapan Program Sawah Pokok Murah dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan efisiensi budidaya serta mendorong produktivitas pertanian di wilayah jorong Bayua."
"Lebih dari sekadar kegiatan lapangan, demonstrasi ini menjadi ruang pembelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat. Mahasiswa memperoleh pengalaman nyata mengenai pentingnya pengabdian kepada masyarakat, sedangkan petani mendapatkan kesempatan untuk mengenal dan mempraktikkan inovasi budidaya secara langsung. Interaksi yang terjalin selama kegiatan menunjukkan bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga tumbuh dari pengalaman, diskusi, dan kerja sama di tengah sawah." katanya.
"Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Andalas berharap sinergi antara perguruan tinggi, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan masyarakat dapat terus terjalin. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung pembangunan pertanian yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan."
"Sebab, dari setiap langkah yang menapak di atas lumpur sawah, tersimpan harapan akan masa depan pertanian Indonesia yang semakin maju. Dan dari setiap proses belajar bersama masyarakat, lahirlah pengalaman yang menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk mengabdi dan berkarya di masa mendatang." tukuknya.
Pewarta: F. Malin Parmato



Komentar0