TSOlTfzlGpdoGUGlTpzlTUOiTd==

Ubah Stigma Negatif, Pemkab Limapuluh Kota Gandeng Ormas Sebagai Mitra Strategis Pembangunan

Herman Azmar Sekda Kab. Limapuluh Kota saat membuka acara

Limapuluh Kota, BN-News – Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar acara sosialisasi bertajuk "Optimalisasi Peran Organisasi Masyarakat (Ormas) Dalam Pembangunan Daerah". Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Kabupaten Limapuluh Kota pada Selasa (7/7/2026) ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Limapuluh Kota, Herman Azmar, dalam sambutannya menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam memandang peran Ormas. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun masyarakat karena keterbatasan sumber daya dan jangkauan.

"Pemerintah Daerah sangat mengharapkan partisipasi dari Ormas untuk sama-sama membangun masyarakat. Ormas harus menjadi mitra pemerintah dan sekaligus menjadi perpanjangan tangan pemerintah di tingkat akar rumput. Tidak semua hal bisa dicapai oleh pemerintah secara langsung, inilah peran strategis Ormas karena mereka lahir dari masyarakat sehingga lebih dekat dan memahami kondisi riil di lapangan," ujar Herman Azmar.

Herman Azmar juga menginstruksikan agar Kesbangpol berfungsi sebagai pintu utama bagi para pengurus Ormas. "Kami sudah menugaskan Kesbangpol sebagai mitra bapak dan ibu semua. Apapun masalah atau kendala yang dihadapi, silahkan datang dan berkoordinasi dengan Kesbangpol," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Ana Karina, menyampaikan bahwa sosialisasi ini memiliki tujuan strategis untuk meluruskan pemahaman serta meningkatkan kapasitas Ormas dalam mendukung program pembangunan daerah.

Acara tersebut menghadirkan narasumber kunci, yakni Jasman, MM, seorang Pamong Senior dari Kantor Gubernur Sumatera Barat. Dalam materinya berjudul "Peran Strategis Ormas dalam Mendukung Tugas-Tugas Strategis Pemerintahan", Jasman mengajak peserta untuk menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada Ormas.

"Seringkali terbayang bagi masyarakat bahwa Ormas itu identik dengan kelompok berpakaian seram atau anarkis. Sebaliknya, bagi pemerintah, Ormas sering kali hanya dianggap sebagai pihak yang kerap mengajukan proposal bantuan. Kedua pandangan ini perlu diluruskan," kata Jasman.

Para peserta Sosialisasi perwakioan 53 Ormas hadir di aula kantor Bupati Limapuluh Kota.

Jasman menjelaskan bahwa Ormas memiliki fungsi vital yang tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh aparatur pemerintah, yaitu sebagai wadah pemberdayaan, aspirator suara rakyat, serta fungsi kontrol sosial. "Ormas mewakili kepentingan kelompok berdasarkan kesamaan nasib dan visi. Mereka adalah jembatan komunikasi yang efektif," jelasnya.

Selain Jasman, turut hadir sebagai pemateri Andri Rusta, S.Ip, M.P dosen ilmu Politik FISIP Universitas Andalas (Unand), yang memberikan pendalaman materi terkait aspek akademis dan praktis pengelolaan Ormas sebagai kekuatan dalam membangun daerah.

Dalam paparannya, Jasman merinci empat fungsi utama Ormas, yaitu fungsi advokasi, kontrol sosial, pemberdayaan, dan pelayanan. Ia menegaskan bahwa masa depan pembangunan di Sumatera Barat, termasuk Limapuluh Kota, membutuhkan kolaborasi bukan konfrontasi.

"Mari kita ubah paradigma dari 'Ormas vs Pemerintah' menjadi 'Ormas dan Pemerintah Bersinergi'. Dengan sinergi ini, pembangunan tidak hanya terukur secara fisik seperti infrastruktur, tetapi juga terasa secara sosial melalui peningkatan kesejahteraan dan keadilan," pungkas Jasman menutup sosialisasinya.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai perwakilan organisasi masyarakat se-Kabupaten Limapuluh Kota, yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan mitra kerja yang konstruktif bagi pemerintah daerah ke depannya.

Pewarta: F. Malin Parmato

Komentar0

Type above and press Enter to search.