Tekspoto : Kasi Penmad Kemenag Lima Puluh Kota H Rizki Eka Putra, saat memberikan motivasi kepada santri ponpes Al Makmur Tungkar
Limapuluh Kota, Baritonagarinews.com -
Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lima Puluh Kota, H.Rizki Eka Putra, "membakar" semangat santri baru Pondok Pesantren Al Makmur Tungkar, di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, pada kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda), Selasa 14 Juli 2026, pagi.
Menurut H.Rizki panggilan Kasi Penmad Rizki Eka Putra, santri ponpes Al Makmur Tungkar, bukan sekedar pencari ilmu agama, melainkan agen perdamaian strategis yang harus menjadi teladan nyata di tengah-tengah masyarakat.
Santri, sebut Rizki harus menerapkan nilai-nilai Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan lil 'Alamin (P5RA),
dalam kehidupan sehari-hari. Karakter religius, berakhlak mulia, mandiri, kreatif, serta semangat gotong royong dan cinta tanah air harus menjadi identitas melekat pada diri setiap santri Al Makmur Tungkar.
"Pondok Pesantren Al Makmur Tungkar bersiap melahirkan generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga kokoh dalam mencintai tanah air. Tantangan zaman menuntut santri untuk memiliki pemahaman keagamaan yang moderat, toleran, dan inklusif. Pesantren adalah rahim terbaik untuk merawat kemajemukan bangsa," sebut H.Rizki, saat menjadi narasumber dalam Matamuda di Aula Aliyah Ponpes Al Makmur Tungkar.
H.Rizki, juga menegaskan bahwa
tantangan zaman menuntut santri untuk memiliki pemahaman keagamaan yang moderat, toleran, dan inklusif.
"Moderasi beragama adalah fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda. Santri harus memiliki komitmen kebangsaan yang kuat, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dan mampu mengamalkan ajaran agama secara seimbang," ujar H. Rizki memotivasi para santri.
Dikatakannya, kegiatan Matamuda ini bukan sekadar ritual pengenalan lingkungan fisik pesantren. Lebih dari itu, momentum ini menjadi langkah awal transformasi karakter bagi para santri baru agar siap beradaptasi dengan iklim pesantren.
"Dengan bekal keimanan dan wawasan kebangsaan yang kuat, mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi emas yang berintegritas dan siap berkontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negaranya," pinta Rizki Eka Putra, yang ramah dengan awak media ini.
Pewarta : khatik

Komentar0