![]() |
| BEM KM UNAND Gelar Diskusi Menguji Validitas Narasi Keberhasilan Pusat VS Realitas di Mata Masyarakat Daerah pada Kamis, 9 April 2026 |
Padang, BN-News - Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Andalas (BEM KM UNAND) Kabinet Rakit Makna melalui Kementerian Kebijakan Nasional dan Kementerian Kebijakan Daerah menyelenggarakan diskusi terbuka Menakar Indonesia x Obrolan Orasi Santai bersama Andre Rosiade di Sekretariat BEM KM UNAND, Limau Manis, Padang pada Kamis, 9 April 2026. Demikian informasi yang diterima redaksi melalui rilis berita yang disampaikan oleh Mutyia Rahmadina seorang Mahasiswi anggota BEM KM UNAND pada Ahad (12/4/2026).
Mutyia menerangkan "Dalam beberapa waktu terakhir, narasi keberhasilan pemerintah pusat semakin masif disampaikan di ruang publik, terutama terkait program-program strategis nasional. Namun, di balik capaian-capaian yang dipromosikan, realitas di berbagai daerah masih menunjukkan ketimpangan pembangunan, tantangan ekonomi lokal, keterbatasan akses layanan, serta dinamika demokrasi yang belum terselesaikan secara komprehensif. Hal ini memunculkan pertanyaan mendasar: sejauh mana narasi keberhasilan pusat benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat di daerah? Sebagai bagian dari komunitas akademik, mahasiswa memiliki peran strategis untuk mengawal kebijakan publik melalui pendekatan intelektual dan kritis."
"Acara dibuka oleh moderator yang menyampaikan salam pembuka, arahan teknis, serta pengantar singkat tema diskusi. Selanjutnya, Saudara Shabbarin Syakur selaku Presiden Mahasiswa BEM KM UNAND menyampaikan opening isu secara mendalam yang memuat latar belakang kritik mahasiswa terhadap narasi keberhasilan pemerintah pusat beserta kerangka isu-isu krusial yang akan dibahas. Andre Rosiade sebagai narasumber utama dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI kemudian memberikan tanggapan awal atas opening isu tersebut. Selanjutnya, tiga panelis akademisi secara bergantian menyampaikan pandangan kritis, yaitu Dr. Indah Adi Putri, S.IP., M.I.P, Dr. Hary Efendi, S.S., M.A, serta Dr. Malse Yulivestra, S.Sos., M.AP yang langsung ditanggapi kembali oleh Andre Rosiade."
"Acara kemudian berlanjut ke sesi diskusi terbuka dengan peserta, di mana hadirin dapat berpartisipasi dalam tanya jawab yang difasilitasi moderator agar tetap terarah dan konstruktif. Acara ditutup dengan pembacaan tuntutan dari mahasiswa serta penyerahan kajian yang telah ditandatangani oleh Andre Rosiade sebagai bentuk komitmen."
TUNTUTAN RESMI MAHASISWA
- Menuntut dan mendesak pemerintah mengevaluasi program MBG secara total.
- Menjaga iklim demokrasi dan penegakan HAM serta mengupayakan reformasi TNI dan Polri.
- Menuntut dan mendesak pemerintah mengevaluasi program Koperasi Desa Merah Putih dan Badan Pengelola Investasi Danantara.
- Menuntut dan mendesak pemerintah memprioritaskan program sektor pendidikan nasional serta mengembalikan alokasi dana MBG ke pengeluaran sektor pendidikan.
- Mendesak pemerintah dan DPR segera merevisi KUHP atau membuat aturan khusus yang mengatur terkait penyimpangan LGBT secara tegas demi menciptakan efek jera, menghentikan penyebarannya, serta mencegah normalisasi di kalangan masyarakat.
Pewarta: F. Malin Parmato


Komentar0