TSOlTfzlGpdoGUGlTpzlTUOiTd==

Tingkatkan Produksi Awal, Tim LAPIAK NAGARI Siapkan Stok Keripik Jengkol untuk Tahap Pemasaran

Padang, BN-News - Tim Program Mahasiswa Berdampak Universitas Andalas melalui LAPIAK NAGARI melanjutkan rangkaian kegiatan penguatan agroindustri lokal di Desa Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang pada Rabu (18-2-2026). 

Berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang melibatkan masyarakat secara langsung, agenda kali ini difokuskan pada internal tim mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas produksi keripik jengkol original sebagai persiapan tahap pemasaran.

Kegiatan diawali dengan pembelian bahan baku jengkol sebagai persiapan produksi tambahan. Selanjutnya, mahasiswa melaksanakan proses pengolahan secara bertahap mulai dari pemilihan bahan baku, pengupasan, penggorengan awal, proses penggeprek, hingga penggorengan akhir untuk menghasilkan keripik jengkol dengan kualitas yang konsisten.

Penambahan produksi ini dilakukan karena jumlah produk yang dihasilkan sebelumnya dinilai masih terbatas dan belum mencukupi untuk kebutuhan penjualan awal maupun sebagai contoh produk yang akan diperkenalkan kepada calon konsumen dan mitra pemasaran.

Selain fokus pada produksi, mahasiswa juga melakukan evaluasi jumlah stok yang ideal untuk tahap awal pemasaran. Diskusi internal dilakukan untuk menyesuaikan kapasitas produksi dengan potensi permintaan pasar, tanpa mengorbankan kualitas rasa dan kerenyahan produk.

Salah satu anggota tim menyampaikan bahwa tahap ini menjadi bagian penting sebelum produk benar-benar dilepas ke pasar.

“Kita tidak ingin hanya fokus pada pelatihan produksi saja, tetapi juga memastikan stok awal tersedia dengan kualitas yang terjaga. Ini bagian dari proses belajar manajemen usaha secara nyata,” ujarnya.

Dari hasil pembahasan, disepakati bahwa penambahan produksi keripik jengkol akan dilakukan secara bertahap dan terukur, mengikuti kebutuhan pasar serta kesiapan distribusi. Pendekatan ini dinilai penting agar produk dapat diperkenalkan secara optimal sekaligus menjaga keberlanjutan usaha ke depan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berlatih dalam proses produksi, tetapi juga mengasah kemampuan perencanaan usaha, pengelolaan stok, dan strategi persiapan pemasaran. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun model agroindustri berbasis komoditas lokal yang tidak berhenti pada tahap pelatihan, melainkan berorientasi pada keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Pewarta: Sultan Chairuman Yahya
(Ketua Umum HIMASEKTA FP-UNAND 2025–2026)
Editor: F. Malin Parmato

Komentar0

Type above and press Enter to search.