Padang, BN-News - Mahasiswa Universitas Andalas bersama mahasiswa Universitas Adzkia berkolaborasi menggelar pertemuan dan diskusi awal untuk menyamakan arah pengabdian, sekaligus menyinergikan data dan program yang akan dijalankan di lapangan pada Ahad, 1 Februari 2026 bertempat di posko program mahasiswa berdampak Adzkia di Batu Busuk, kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat.
Kegiatan kolaborasi lintas perguruan tinggi ini dilakukan bertujuan untuk memperkuat usaha pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pasca bencana di kawasan itu.
Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk membangun kesepahaman bersama, khususnya dalam pemanfaatan data dasar wilayah dan kondisi masyarakat yang telah dihimpun melalui proposal Program Mahasiswa Berdampak Universitas Andalas. Data tersebut digunakan sebagai pijakan bersama agar program pengabdian yang dijalankan berjalan selaras dan saling menguatkan.
Perkenalan Tim dan Dasar Kolaborasi
Dalam sesi perkenalan, perwakilan tim Universitas Adzkia menyampaikan bahwa tim mereka terdiri dari gabungan berbagai program studi dan organisasi kemahasiswaan, dengan latar belakang keilmuan yang beragam. Tim ini diketuai oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Adzkia.
Sebagai bagian dari upaya kolaboratif, tim Universitas Adzkia juga memaparkan bahwa perencanaan program mereka di Batu Busuk turut merujuk pada data dan pemetaan awal yang tercantum dalam proposal Mahasiswa Berdampak Universitas Andalas. Pemanfaatan data tersebut dilakukan untuk memastikan program yang dijalankan relevan dengan kondisi masyarakat dan tidak berjalan secara parsial.
Sinkronisasi Tema dan Fokus Program
Dalam diskusi, tim Universitas Adzkia menjelaskan bahwa mereka mengangkat tema pengembangan dan pemasaran produk Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam bentuk minuman. Program ini dirancang dengan pendekatan hulu hingga hilir, mulai dari pengolahan bahan baku, pengemasan, hingga strategi pemasaran produk.
Pendekatan tersebut diselaraskan dengan fokus pengabdian mahasiswa Universitas Andalas yang menitikberatkan pada inovasi sosial dan agroindustri berbasis komoditas lokal. Sinkronisasi tema ini diharapkan dapat menciptakan kesinambungan program dan memperkuat dampak ekonomi bagi masyarakat Batu Busuk.
Berbagi Tantangan Lapangan
Selain membahas program, kedua tim juga saling berbagi pengalaman terkait dinamika dan tantangan di lapangan. Kendala seperti keterbatasan akses biaya cepat, akses menuju lokasi kegiatan, serta kondisi geografis wilayah menjadi catatan bersama yang perlu dihadapi secara kolaboratif.
Diskusi ini membuka ruang pertukaran gagasan untuk mencari solusi bersama, sekaligus menghindari tumpang tindih kegiatan antar tim mahasiswa.
Rencana Kerja Sama Lanjutan
Pertemuan tersebut juga membahas rencana kerja sama ke depan, termasuk pelaksanaan kegiatan perkenalan mahasiswa dengan masyarakat sekitar yang direncanakan berlangsung setelah Magrib pada hari yang disepakati. Kegiatan ini akan melibatkan pengumpulan warga sebagai langkah awal membangun kedekatan sosial.
Selain itu, direncanakan pula kolaborasi dalam kegiatan sosialisasi program, kerja sama selama bulan Ramadan, penguatan kegiatan air bersih, serta gotong royong bersama masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat melibatkan berbagai unsur mahasiswa lintas kampus agar program berjalan lebih terkoordinasi dan berkelanjutan.
Menguatkan Sinergi Pengabdian Berbasis Data
Pertemuan ini menegaskan pentingnya pengabdian masyarakat yang berbasis data, kolaboratif, dan terintegrasi. Dengan menyatukan pemetaan wilayah, tema program, serta sumber daya mahasiswa lintas perguruan tinggi, pengabdian di Batu Busuk diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta menjadi model kerja sama pengabdian yang berkelanjutan.
Ketua Umum HIMASEKTA FP UNAND 2025/2026
Editor: F. Malin Parmato


Komentar0