![]() |
| Foto bersama Dokter Muda IKM FK Unand & siswi SMPN 18 Padang dalam Launching Program SI CANTIK (Strategi Cegah Anemia pada Remaja Putri di Sekolah). Photo: Serly |
Padang, BN-News - Upaya menekan tingginya angka anemia pada remaja putri diperkuat melalui program SI CANTIK (Strategi Cegah Anemia pada Remaja Putri di Sekolah) yang dilaksanakan di SMPN 18 Padang pada 9 Januari 2026.
Demikian disampaikan oleh Serly Rahma, dokter muda Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang sebagaimana yang diterima redaksi BN-News pada Selasa (13/1/2026).
Kata Serly "program ini hadir di tengah tingginya beban anemia pada remaja Indonesia. Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat prevalensi anemia sebesar 16,3 persen pada kelompok usia 5–14 tahun dan 15,5 persen pada usia 15–24 tahun. Data tersebut menegaskan bahwa edukasi dan intervensi preventif di sekolah sangat krusial untuk melindungi remaja putri, yang kelak akan menjadi generasi penerus keluarga dan bangsa."
"Program SI CANTIK diinisiasi oleh Dokter Muda Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas (IKM-KK) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas—yakni Rinaldiansyah, S.Ked; Serly Rahma Atmi, S.Ked; Adzra Fadhila Iswan, S.Ked; M. Nur Alif Johar, S.Ked; dan Gita Putri Ananda, S.Ked—dengan bimbingan Dr. dr. Yuniar Lestari, M.Kes, FISPH, FISCM, Sp.KKLP, serta penguji Prof. Dr. dr. Rima Semiarty, MARS, Sp.KKLP, Subsp.COPC. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi dengan Puskesmas Belimbing serta dukungan penuh dari pihak sekolah." paparnya.
"Sebanyak 52 siswi—terdiri dari perwakilan siswi kelas VII dan anggota PMR—mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Acara dimulai dari Aksi Bergizi, pembukaan resmi, sesi penyuluhan interaktif mengenai anemia, hingga minum Tablet Tambah Darah (TTD) bersama. Dalam sesi pemaparan materi, dr. Ulya Uti Fasrini, M. Biomed, Ketua Departemen Ilmu Gizi FK Unand sekaligus narasumber utama, menekankan pentingnya pencegahan anemia pada remaja putri. “Remaja putri hari ini adalah calon ibu di masa depan. Jika anemia tidak dicegah sejak remaja, dampaknya bisa berlanjut hingga dewasa dan memengaruhi generasi berikutnya,” ujarnya.
"Selain penyuluhan, kegiatan juga dirangkaikan dengan peluncuran website edukasi SI CANTIK, kartu monitor konsumsi TTD, WhatsApp Community, serta penyerahan banner dan poster edukatif kepada pihak sekolah. Langkah ini dilakukan agar informasi kesehatan terus tersampaikan dan diharapkan dapat membantu pemantauan minum TTD secara lebih terstruktur dan berkelanjutan." katanya.
"Kepala Puskesmas Belimbing, dr. Versiana, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Program seperti SI CANTIK menunjukkan bahwa tenaga kesehatan, sekolah, dan mahasiswa dapat bergerak bersama untuk mendorong perilaku hidup sehat pada remaja,” ungkapnya.
"Dengan dukungan lintas sektor, SI CANTIK diharapkan dapat menjadi model intervensi berbasis sekolah yang berkelanjutan. Tidak hanya memberikan pemahaman tentang anemia, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan sehat dan kepatuhan konsumsi TTD sebagai investasi kesehatan jangka panjang bagi remaja putri." (***)
Pewarta: F. Malin Parmato


Komentar0