PADANG, baritonagarinews.com - Mahasiswa Universitas Andalas yang tergabung dalam program Mahasiswa Berdampak mulai melakukan langkah awal pengabdian masyarakat di Kecamatan Pauh. Kegiatan ini diawali dengan pertemuan resmi bersama pemerintah kelurahan sebagai bentuk koordinasi awal sebelum pelaksanaan program di lapangan.
Program Mahasiswa Berdampak merupakan skema nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui pendanaan BIMA, dengan tujuan mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dan dosen dalam proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak bencana.
Pada tahun 2026, salah satu proposal yang berhasil memperoleh pendanaan nasional mengusung tema “Inovasi Sosial dan Agroindustri Berbasis Komoditi Lokal untuk Keberlanjutan Ekonomi Pasca Bencana di Batu Busuk, Kecamatan Pauh.”
Program ini berada di bawah kepemimpinan Ferdhinal Asful, S.P., M.Si., dengan dukungan tim dosen Dr. Yenny Oktavia, S.Pi., M.Si. serta Dr. Afrianingsih Putri, S.P., M.Si.
Sementara dari unsur mahasiswa, kegiatan ini diinisiasi oleh HIMASEKTA FP UNAND, berkolaborasi dengan GMIT FP UNAND dan UKM Penalaran UNAND.
Koordinasi Awal Bersama Pemerintah Kelurahan
Sebagai bentuk kesiapan pelaksanaan program, mahasiswa melakukan audiensi bersama pemerintah setempat pada Kamis, 29 Januari 2026, yang dilaksanakan di Kantor Camat Pauh.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa bertatap muka langsung dengan Defriandi, S.Sos., Lurah Lambung Bukit, guna menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan pengabdian yang akan dijalankan di wilayah tersebut.
Diskusi berlangsung secara komunikatif, membahas kondisi masyarakat pascabencana serta potensi pengembangan program yang dapat memberikan manfaat jangka menengah hingga panjang bagi warga.
Pemaparan Rencana Program Awal
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa memaparkan gambaran awal program yang dirancang berbasis kebutuhan lapangan, di antaranya:
pemanfaatan lahan terdampak bencana melalui pengembangan hidroponik, dan
penguatan ekonomi lokal melalui pengolahan komoditas unggulan masyarakat, salah satunya produk olahan jengkol.
Selain pemaparan program, dilakukan pula diskusi mengenai pemetaan wilayah yang memungkinkan dijadikan lokasi kegiatan, dengan mempertimbangkan aspek keamanan, aksesibilitas, serta keterlibatan masyarakat.
Pihak kelurahan menyambut positif rencana tersebut dan menilai program hidroponik sebagai salah satu alternatif yang potensial untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Kesepakatan Awal dan Dukungan Kelurahan
Melalui hasil audiensi, beberapa poin awal berhasil disepakati, antara lain:
Pemerintah Kelurahan Lambung Bukit memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program hidroponik.
Mahasiswa memperoleh izin penggunaan Musholla Udubiyah sebagai tempat istirahat selama kegiatan lapangan.
Area sekitar Lambung Bukit disepakati sebagai wilayah pelaksanaan program.
Dalam pertemuan itu pula, Lurah Lambung Bukit menyampaikan harapan agar kegiatan mahasiswa dapat memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang terdampak langsung bencana.
Ia juga berharap hasil program nantinya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, termasuk membuka peluang pemasaran produk masyarakat melalui kegiatan ekonomi lokal.
Menjadi Fondasi Pengabdian Selanjutnya
Audiensi ini menjadi langkah awal penting bagi mahasiswa Universitas Andalas dalam membangun kerja sama dengan pemerintah kelurahan dan masyarakat. Sinergi yang terjalin diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program Mahasiswa Berdampak agar berjalan tepat sasaran.
Ke depan, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan observasi lapangan, pendampingan mitra, serta pelaksanaan program berbasis inovasi sosial dan agroindustri sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Penulis:
Sultan Chairuman Yahya
(Ketua Umum HIMASEKTA FP UNAND 2025/2026)

Komentar0