![]() |
| LAPIAK NAGARI lakukan kegiatan serah-terima dan sosialisasi instalasi tanaman hidroponik kepada masyarakat Batu Busuk pada Selasa (10/2/2026) |
Padang, BN-News - Upaya pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana di Desa Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, terus menunjukkan perkembangan positif. Tim mahasiswa Universitas Andalas yang tergabung dalam LAPIAK NAGARI melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus serah terima instalasi hidroponik kepada masyarakat RT 01 hingga RT 04 pada Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dan terintegrasi dengan pendanaan BIMA. Program diusulkan oleh HIMASEKTA FP-UNAND dan dilaksanakan secara kolaboratif bersama mahasiswa lintas organisasi.
Sosialisasi dilaksanakan di area masjid dan lokasi instalasi hidroponik di sekitar PLTA, serta dihadiri oleh perwakilan lurah, Ketua RT 01–04, masyarakat setempat, serta dosen-dosen dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian (SOSEK) Universitas Andalas. Bapak Arif dari Hidrofarm turut hadir sebagai narasumber teknis dalam penyampaian materi budidaya hidroponik.
Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Batu Busuk. Pasca bencana, sebagian lahan pertanian warga mengalami kerusakan dan tidak lagi produktif. Kehadiran sistem hidroponik dinilai menjadi solusi alternatif yang relevan karena tidak bergantung pada kondisi tanah serta dapat diterapkan pada lahan terbatas.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya menerima instalasi hidroponik, tetapi juga memperoleh pembekalan komprehensif mulai dari tahap pembibitan, penyemaian, pemeliharaan, pengelolaan nutrisi dan kadar PPM air, teknik panen, hingga pengemasan dan strategi pemasaran hasil produksi. Materi disampaikan secara menyeluruh agar warga memahami proses usaha dari hulu hingga hilir.
Ketua RT 01 Batu Busuk menyampaikan apresiasinya atas kehadiran mahasiswa di tengah kondisi masyarakat pascabencana.
“Setelah bencana kemarin, banyak lahan warga yang rusak dan tidak bisa ditanami lagi. Kehadiran program hidroponik ini memberi harapan baru bagi kami. Tidak hanya sebagai sarana belajar, tapi juga peluang untuk kembali menguatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan salah satu warga peserta sosialisasi yang mengaku optimis dengan program tersebut.
“Biasanya kami bergantung pada tanah untuk bercocok tanam, sekarang dengan hidroponik ternyata bisa tanpa tanah. Ini membuka wawasan baru bagi kami. Kalau dikelola dengan baik, insyaAllah bisa membantu tambahan penghasilan,” katanya.
Para Ketua RT menyatakan kesiapan untuk mengoordinasikan pengelolaan instalasi secara kolektif. Mereka juga berharap mahasiswa tetap melakukan pendampingan hingga warga benar-benar mampu mengelola sistem secara mandiri.
Tim LAPIAK NAGARI menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada serah terima instalasi. Mahasiswa akan melakukan monitoring berkala ke setiap RT guna membantu warga yang masih mengalami kendala teknis, memastikan keberlanjutan perawatan tanaman, serta mendampingi proses pemasaran hasil panen agar memiliki nilai tambah ekonomi.
Dengan pendekatan pendampingan berkelanjutan tersebut, program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat Batu Busuk secara bertahap dan berkesinambungan.
(Ketua Umum HIMASEKTA FP-UNAND 2025–2026)
Editor: F. Malin Parmato







Komentar0