Jalan utama penghubung dua jorong itu sepekan lalu putus total akibat dihantam banjir bandang. Akibatnya jorong Lurah Dalam terisolasi.
Kini isolasi jorong itu telah terbuka dan para aghniyak atau donatur yang akan menyumbang meringankan beban korban banjir bandang telah bisa langsung memakai kendaraan roda empat.
Informasi yang dihimpun media ini, hingga kini listrik belum nyala dan jaringan komunikasi masih lumpuh.
Sehingga selain makanan، pakaian dan obat obatan tak kalah pentingnya juga minyak tanah sebagai alat penerang di malam hari.
Anggota DPRD Agam Syafril Datuk Rajo Api yang membawa bantuan kemanusiaan ke Lurah Dalam menggunakan kendaraan roda empat dan dia menerima masukan dari warga tentang apa yang dibutuhkan.
"Ya benar..ketersediaan minyak tanah sangat diperlukan masyarakat Lurah Dalam untuk penerangan malam hari karena aliran listrik masih mati dan dalam perbaikan pihak PLN," katanya
Pewarta : Jon Indra

Komentar0