TSOlTfzlGpdoGUGlTpzlTUOiTd==

Kunjungan Literasi Sekolah: Menyalakan Semangat Membaca di Sekolah Dasar Nagari Pulakek Koto Baru

SDN 26 Pulakek

Solok Selatan, BN-News - “Mengapa anak-anak sekarang lebih suka main gawai daripada membaca buku? Padahal membaca adalah kunci utama untuk membuka pintu ilmu dan masa depan." Inilah alasan kenapa program kunjungan literasi menjadi begitu penting, terutama di sekolah dasar yang ada di nagari Pulakek Koto Baru. Demikian kata Dayat ketua KKN Tematik Literasi Unand 2025 di nagari Pulakek Koto Baru kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat kepada redaksi melalui rilisnya pada Rabu (27/8/2025).

Lebih lanjut Dayat menyampaikan "pertanyaan diatas sering muncul di tengah masyarakat kita. Membaca bukan sekadar mengeja huruf. Membaca adalah cara anak mengenal dunia, melatih imajinasi, dan mengasah kemampuan berpikir kritis. Namun, kenyataannya minat baca anak-anak di daerah nagari masih cukup rendah. Buku ada, tapi belum terbiasa dibaca." katanya.

Ketika KKN dulu kami pernah melakukan kegiatan kunjungan literasi yang kita lakukan di SDN 09 Kepala Bukit Pulakek pada 29 Juli 2025 dan di SDN 26 Pulakek pada 31 Juli 2025, kami disambut hangat dan antusias oleh pihak sekolah, Kepala SDN 26 Pulakek, Nelvia Roza Menegaskan, “kegiatan kunjungan literasi sangat bermanfaat, mendekatkan cara belajar baru kepada anak-anak dan membantu meningkatkan semangat belajar, kegiatan ini patut dilanjutkan”. 

SDN 09 Kepala Bukit

Sementara, Kepala SDN 09 Kepala Bukit, Afrimon menambahkan, “ literasi bukan hanya soal numerik, baca, dan tulis, namun juga bagaimana anak-anak mampu belajar dan mau mempelajari lingkungan. di tengah gempuran gawai dan tontonan digital, kegiatan seperti ini bisa menjadi oase untuk anak-anak dalam menyambut generasi yang akan datang”.

Dalam kegiatan kunjungan literasi yang dilakukan terhadap dua sekolah yang ada di nagari Pulakek Koto Baru, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas menyenangkan didalam kelas:

  • Membaca nyaring: kakak mahasiswa membacakan cerita bergambar dengan ekspresi penuh, sehingga anak-anak lebih mudah memahami isi bacaan.
  • Cerdas mengulas buku: ceritakan kembali dari buku yang telah di baca
  • Buat proyek berbasis buku bacaan: membuat karya dari isi buku bacaan
  • Permainan Edukatif: ada kuis sederhana dan tebak gambar untuk menguji pemahaman cerita.
  • Menulis kreatif: anak-anak mencoba menuliskan kembali kisah dengan bahasa mereka sendiri.

Suasana menjadi hangat, ceria, dan anak-anak tampak antusias mengikuti setiap kegiatan yang kita lakukan,setiap detik seperti sangat bermakna dan berharga bagi adek-adek dan juga bagi kelompok mahasiswa KKN. 

Selain kegiatan belajar dan permainan edukatif, para mahasiswa memberikan penghargaan simbolik, snack ringan dan susu UHT bagi anak-anak yang ikut kegiatan. “Kami ingin anak-anak merasa dihargai dan bangga karena belajar,” kata Dayat mengisahkan panjang lebar.

"Setelah kegiatan berlangsung, terlihat perubahan kecil namun bermakna. Anak-anak mulai berani mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan, berani tampil dan bahkan ada yang minta dipinjamkan buku yang kita bawa saat kunjungan ke sekolah untuk dibaca di rumah. Hal ini membuktikan bahwa literasi tidak bisa dipaksakan, tapi bisa ditumbuhkan lewat pendekatan yang menyenangkan." tuturnya.

Kunjungan literasi ke sekolah dasar di nagari bukan sekadar acara sekali lewat, melainkan langkah awal untuk membangun kebiasaan membaca sejak dini. Semoga kegiatan sederhana ini bisa menjadi inspirasi, bahwa menumbuhkan minat baca anak-anak adalah tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat memiliki peran penting.

Kontributor: Dayat Ketua KKN Tematik Literasi Unand

Komentar0

Type above and press Enter to search.