TSOlTfzlGpdoGUGlTpzlTUOiTd==

Gaungkan Literasi, KKN Literasi Unand Bekali Ratusan Siswa Menulis Cerita untuk FLK 2025

PASAMAN BARAT,baritonagarinews.com — Suasana aula sekolah bergema oleh denting pena di atas kertas. Puluhan pasang mata siswa fokus menatap buku bacaan di hadapan mereka, seakan larut dalam dunia yang baru saja mereka jelajahi. Inilah salah satu langkah awal mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Andalas (Unand) dalam menggaungkan Festival Literasi Kajai (FLK) 2025 melalui pembekalan lomba menulis cerita pendek berbasis buku bacaan.

Sosialisasi ini dilaksanakan bertahap di tiga sekolah:

MTsM Kajai (Jumat, 25 Juli 2025)

SMP Negeri 2 Talamau (Senin, 28 Juli 2025)

MTs Al-Mukhlisin (Jumat, 1 Agustus 2025)

Menghidupkan Semangat Literasi di Dua Nagari
Kegiatan dimulai saat momen muhadaroh Jumat dan upacara bendera Senin pagi, ketika mahasiswa KKN memperkenalkan Relima (Relawan Literasi Masyarakat) dan memperkenalkan konsep FLK 2025. Setelah itu, tim KKN masuk ke seluruh kelas, berbagi motivasi, dan mengajak siswa untuk berpartisipasi aktif.

Bagi para peserta lomba, pembekalan dilakukan secara intens di aula sekolah. Mahasiswa memberikan panduan mulai dari teknik memahami buku bacaan, mengembangkan imajinasi, hingga menyusun cerita yang runtut dan memikat. Hasilnya, lebih dari 50 siswa terdaftar sebagai peserta lomba menulis cerita.

Bukan Sekadar Kompetisi
“Kami ingin lomba ini bukan hanya ajang menang atau kalah, tetapi menjadi ruang bagi siswa untuk berani menulis, mengasah kreativitas, dan percaya diri menyampaikan ide mereka,” kata Sultan Chairuman Yahya, Ketua KKN Tematik Literasi Unand, di sela pembekalan.

Festival Literasi Kajai 2025 sendiri akan menjadi panggung besar bagi karya-karya ini. Cerita-cerita yang lahir dari imajinasi anak-anak nagari diharapkan menjadi bukti bahwa literasi adalah jembatan antara pengetahuan dan masa depan.

Langkah Menuju Puncak FLK 2025
Pembekalan lomba menulis ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan menuju puncak FLK 2025 pada 11–12 Agustus. Melalui Relima, mahasiswa KKN berharap semangat literasi yang mereka tanamkan dapat terus berlanjut bahkan setelah program KKN berakhir.

Di dua nagari yang menjadi lokasi kegiatan, gema literasi kini mulai terdengar lagi. Dari kelas hingga halaman sekolah, anak-anak mulai berani menulis  menghidupkan kembali budaya baca dan tulis yang menjadi cita-cita bersama.***

Redaksi/Penulis : Sultan Chairuman Yahya | Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unand

Komentar0

Type above and press Enter to search.