TSOlTfzlGpdoGUGlTpzlTUOiTd==

Semarakkan Literasi Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unand Gelar Lomba Mewarnai di Seluruh TK se-Nagari Kajai

PASAMAN BARAT,baritonagarinews.com — Riuh ceria suara anak-anak mewarnai pagi hari di tiga TK/PAUD se-Nagari Kajai, Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (30/7). Tak sekadar coretan warna, namun semangat yang mereka tuangkan adalah bagian dari rangkaian besar Festival Literasi Kajai (FLK) 2025 yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Andalas.

Bertajuk “Menyalakan Lentera Literasi, Menghidupkan Asa Nagari”, FLK 2025 tidak hanya menyasar usia sekolah dasar dan menengah, tapi juga menyentuh akar literasi sejak usia dini. Salah satunya melalui Lomba Mewarnai Tingkat TK, yang digelar secara serentak di tiga lembaga pendidikan anak:
1. TK/PAUD Mustika Limpato
2. RA Kasih Ibu Kampuang Alang
3. TK/PAUD As Sa’adah Lubuak Sariak

Kegiatan ini berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang. Tak kurang dari puluhan siswa ikut berpartisipasi, dengan masing-masing sekolah mengirimkan 10 perwakilan terbaiknya. Namun tak hanya peserta yang antusias, guru-guru dan orang tua pun tampak turut menyemarakkan suasana.

Literasi Tak Hanya Huruf dan Buku — Tapi Juga Imajinasi dan Warna

Menurut panitia pelaksana, kegiatan ini bukan semata ajang kompetisi, melainkan upaya memperkenalkan literasi visual dan ekspresi kepada anak-anak usia dini. “Kami ingin literasi dimaknai luas — tidak melulu soal huruf, tapi juga bagaimana anak-anak mengolah ide dan warna,” ungkap salah satu mahasiswa KKN.

Kegiatan ini juga menjadi pembuka dari rangkaian Festival Literasi Kajai 2025 yang puncaknya akan digelar pada 11–12 Agustus 2025 di depan Kantor Wali Nagari Kajai. Selain lomba mewarnai, festival ini akan menampilkan lomba baca puisi tingkat SD dan lomba menulis cerita tingkat SMP, dengan total partisipasi yang diproyeksikan menyentuh ratusan peserta dari berbagai jenjang.

Literasi adalah Gerakan Bersama Nagari

Festival ini merupakan bagian dari program KKN Tematik Literasi yang bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI, dan menjadi gerakan kolektif untuk membangkitkan kembali budaya baca dan ekspresi kreatif masyarakat Kajai — setelah perpustakaan nagari vakum selama tiga tahun akibat bencana.

Tidak hanya sekadar ajang lomba, Festival Literasi Kajai menjadi simbol nyata bahwa nagari ini sedang menyalakan kembali lentera literasinya — lewat tangan-tangan kecil yang kini mulai berani mewarnai dunia mereka dengan harapan.***

Redaksi/Oleh: Sultan Chairuman Yahya | Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unand

Komentar0

Type above and press Enter to search.