Recent Post



Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Berikan Teknis Penerapan Standar Usaha Hotel, Di Kawasan Geopark Ngarai Sianok - Maninjau.

Bukittinggi BN-News_Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Deputi Bidang Induatri dan Investasi pada hari Selasa (16/5/2023) adakan Bimbingan Teknis Penerapan Standar Usaha Hotel di
Kawasan Geopark Ngarai Sianok - Maninjau di Hotel Santika Bukittinggi.

Dalam rangka menunjang kebijakan perizinan berusaha berbasis risiko sektor pariwisata serta upaya pencapaian target jumlah usaha pariwisata terstandardisasi tahun 2023.

Kegiatan di buka secara resmi oleh Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Oni Yulfian dan didampingi Direktur Standardisasi dan Sertifikasi Usaha, Hanifah, dan Walikota Bukittinggi yang di wakili oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga.

Sedangkan narasumber dalam memberikan materi Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Linda Faroza, Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP Kota Bukittinggi, Elfa Sesmida, LSUP Sucofindo Sari Ulfayana, Analis Kebijakan Ahli Madya Mukhlis, serta diikuti oleh 45 peserta pelaku usaha hotel di Bukittinggi.

Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Oni Yulfian menyampaikan. Sertifikasi usaha sangat penting,  buktinya diatur dalam undang-undang dan sebelumnya juga ada beberapa peraturan pemerintah, peraturan menteri pariwisata dan peraturan dari kementerian lain yang berkaitan dengan standar ini.

Tentunya lebih bagus dan lebih berkompetisi, tujuannya standarisasi ini adalah untuk meningkatkan daya saing kita untuk bisa berkompetisi.

Standar ini adalah jaminan kualitas, jadi sertifikasi 80% pemanfaatan adalah usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, tentunya ada di dalam lingkungan edukasi pendidikan dan ekonomi, jadi ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing pariwisata di Sumatera Barat, Secara nasional, kita baru mendapatkan 5% usaha ekonomi yang sertifikasi, ucapnya.
Semntara itu, Direktur Standardisasi dan Sertifikasi Usaha, Hanifah, saat diwawancarai usai pembukaan mengatakan, kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kapasitas building bagi pelaku usaha hotel di daerah Ngarai Sianok.

"Kita memberikan bimtek tentang standarisasi bagi usaha hotel, jadi setiap usaha itu tentunya mempunyai standar yang harus mereka terapkan sesuai dengan risiko usaha itu sendiri, apakah risiko itu menengah, rendah, atau tinggi," ujarnya.

Makanya dalam kegiatan ini kita mengundang para narasumber dari berbagai stakeholder terkait, seperti dari dinas kesehatan, LSUP Sucofindo, nanti bagaimana dari sisi perizinannya, kemudian dari sisi kesehatannya karena yang dinilai salah satunya adalah tentang kesehatan.

Bagaimana hotel dalam melayani tamunya dalam menyiapkan makanan, apakah sudah menerapkan standar kesehatannya.

Dinas Pariwisata Bukittinggi,  Aprilia Astuti,  mengatakan, kota Bukittinggi memang betul melakukan banyak daya upaya untuk meningkatkan pengembangan ekonomi kreatif dan juga pengembangan daya tarik destinasi wisata di kota Bukittinggi.

Ada 2 aspek dikembangkan secara sinergi dan merupakan program pemerintahan kota Bukittinggi, diantaranya dalam rangka mendorong semua pelaku Kratif untuk menaikkan nilai jual produknya.

Dam sekarang didorong untuk mengikuti standar usaha pariwisata produk ekstra juga didorong untuk mengikuti standar produk yang menjadi kualifikasi atau yang mau yang mampu menarik daya beli wisatawan dari nusantara dan mancanegara.

Diantaranya kita akan memberikan pelatihan-pelatihan untuk produk ekstra seperti seni, karya fashion, dan lain-lainnya, supaya produknya lolos di nasional, kenapa perlu produk standarisasi. karena indikator baik saja itu tidak cukup, semuanya perlu distandarisasi baik hotel dan produk ekstra juga demikian, sasarannya sama yaitu menambah market wisatawan dari nusantara dan mancanegara, pungkas Aprilia ***

Pewarta :stm

Posting Komentar

0 Komentar