SOLOK – BN-News-Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, melepas pengiriman perdana sebanyak 150 ton benih jagung hibrida Kobana ke Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor CNM, Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok, Kamis (15/10).
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Solok, sekaligus memperluas kontribusi daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama PT Citra Mandiri Kobana Solok, Nofi Candra, SE; Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si.; serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi, SP., MP.
Direktur Utama PT Citra Mandiri Kobana Solok, Nofi Candra, menyampaikan bahwa pengembangan jagung di Kabupaten Solok perlu menjadi perhatian bersama agar potensi pertanian daerah semakin beragam.
“Kita ingin Solok ke depannya tidak hanya berbicara soal beras, tetapi juga jagung,” ungkap Nofi Candra.
Menurutnya, pengiriman perdana benih jagung hibrida Kobana tersebut diharapkan menjadi awal pengembangan komoditas jagung yang lebih luas, sekaligus membuka peluang bagi Kabupaten Solok untuk meningkatkan perannya dalam sektor pertanian.
Sementara itu, Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menyampaikan harapannya agar pelepasan 150 ton benih jagung hibrida tersebut dapat menjadi contoh sekaligus mendorong Kabupaten Solok menjadi salah satu daerah penghasil jagung yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan.
“Harapan kita, melalui pelepasan 150 ton benih jagung hibrida ini, Kabupaten Solok dapat menjadi contoh dan menjadi daerah penghasil jagung yang berkontribusi menjaga ketahanan pangan,” ujar Bupati.
Ia juga menjelaskan bahwa Kabupaten Solok memiliki sekitar 23.000 hektare lahan sawah. Ke depan, lahan yang dinilai kurang optimal untuk produksi beras akan didorong untuk pengembangan komoditas jagung.
“Dari 23.000 hektare lahan sawah kita, mana yang kurang mumpuni dalam produksi beras, maka akan kita dorong sekitar 10 persen dari total lahan untuk pertanian jagung ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok melalui Dinas Pertanian akan terus mendukung pengembangan program tersebut, termasuk melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Melalui Dinas Pertanian nantinya, APBD tentu akan terus mendukung pengembangan program ini,” tegasnya.
Dengan pengiriman perdana 150 ton benih jagung hibrida Kobana ke Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Solok berharap pengembangan komoditas jagung dapat semakin berkembang, memperkuat diversifikasi pertanian, serta meningkatkan kontribusi daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
007




Komentar0