![]() |
| RSUD dr. Achmad Darwis Suliki |
LIMA PULUH KOTA, BN-News — Beragam pengalaman masyarakat terhadap pelayanan RSUD dr. Achmad Darwis Suliki terekam melalui ulasan pengguna di Google Maps. Dari sejumlah ulasan yang dihimpun pada Jum'at (25/9/2026), sebagian besar memberikan penilaian positif terhadap pelayanan dokter, perawat, kebersihan ruangan, hingga respons petugas kepada pasien.
Sejumlah keluarga pasien secara khusus menyoroti keramahan dan ketanggapan perawat selama menjalani perawatan. Pengalaman positif tersebut muncul pada beberapa ruang perawatan, antara lain Nusa Indah, Anggrek, Kenanga, Azalea serta PICU/NICU.
Akun Afdhal, dalam ulasannya pada 23 September 2026, menyampaikan kepuasannya terhadap pelayanan RSUD dr. Achmad Darwis. Ia menyebut kondisi ayahnya mengalami perubahan yang jauh lebih baik setelah mendapatkan perawatan.
Menurut Afdhal, perawat dinilai ramah dan cekatan, sementara dokter juga disebut ramah. Ia secara khusus menyebut dr. Umul yang dinilainya memberikan penjelasan mengenai penyakit pasien dengan baik.
Pengalaman serupa disampaikan sejumlah pengguna lainnya.
Akun Nazifa Ramadhaniah, misalnya, menulis bahwa selama ayahnya dirawat di Ruangan Nusa Indah, pelayanan perawat, dokter, dan ruangan tersebut dinilainya sangat baik.
Sementara Muthia Chaniagho menyebut pelayanan rumah sakit sangat memuaskan dan perawat cepat tanggap.
Ulasan positif juga datang dari Aurel Dwikirani yang menyoroti pelayanan di Ruangan Anggrek. Ia menilai pelayanan sangat baik, perawat ramah, dan fasilitas ruangan cukup baik.
Di Ruangan Nusa Indah, akun Doni menyebut pelayanan yang diterimanya sangat memuaskan. Ia menilai dokter dan perawat memberikan pelayanan dengan baik dan menyenangkan.
Hal senada disampaikan akun atas nama Akhwat Bercadar yang menulis bahwa keluarganya merasa senang dan puas ketika ayahnya dirawat di Ruangan Nusa Indah. Ia menilai perawat ramah dan sabar, sementara dokter disebut bersedia menjelaskan pertanyaan keluarga pasien dengan sabar.
Pengalaman positif juga muncul dari keluarga pasien yang mendapatkan pelayanan di PICU/NICU.
Akun Arnila Eka Putri menyebut petugas dan dokter ramah, perawat memberikan respons cepat ketika dipanggil, serta ruangan dinilai nyaman dan aman. Acila juga mengaku sangat puas selama anaknya menjalani perawatan di NICU dan menyebut dokter serta perawat memberikan pelayanan yang ramah.
Selain pelayanan petugas, sejumlah ulasan juga menyinggung kebersihan dan kenyamanan fasilitas.
Akun Zuryati Epilman menyebut Ruangan Nusa Indah bersih dan nyaman. Akun Muhammad Iqbal, yang mengaku mendampingi orangtuanya selama enam hari di Ruangan Nusa Indah, menilai perawatan tenaga medis sudah sangat baik, kebersihan ruangan terjaga, serta jadwal pemberian makanan dan obat berjalan teratur.
Namun, tidak seluruh ulasan berisi pujian. Beberapa pengguna juga memberikan catatan terhadap fasilitas. Akun Nela Febri Yasni, misalnya, menilai pelayanan sangat memuaskan, tetapi menyampaikan bahwa AC di ruang perawatan tidak berfungsi dan berharap fasilitas tersebut dapat diperbaiki untuk meningkatkan kenyamanan pasien.
Akun Delfit Gustina memberikan catatan terhadap Ruangan Asoka. Menurutnya, pelayanan sudah bagus, tetapi ruangan terasa panas dan kamar mandi dinilai kurang bersih.
Akun Muhammad Iqbal juga memberikan masukan terkait kondisi jendela bagian barat Ruangan Nusa Indah kelas I yang menurutnya terasa panas karena cahaya matahari langsung masuk. Ia menyarankan adanya tirai yang dapat menutup bagian tersebut secara lebih baik.
Potret dari pengalaman pengguna
Kumpulan ulasan tersebut menunjukkan adanya pengalaman yang beragam, meskipun sebagian besar ulasan yang dihimpun memberikan apresiasi terhadap pelayanan.
Tema yang paling sering muncul adalah keramahan perawat, respons cepat petugas, sikap dokter yang dinilai ramah dan komunikatif, serta kenyamanan sejumlah ruang perawatan.
Di sisi lain, beberapa pengguna memberikan masukan mengenai aspek fasilitas, terutama suhu ruangan, pendingin udara, kebersihan kamar mandi dan pengaturan tirai.
Data Google Maps yang terpantau saat riset juga menunjukkan RSUD dr. Achmad Darwis memiliki rating 4,7 dari 5 berdasarkan 437 ulasan. Angka tersebut merupakan agregat penilaian pengguna platform dan tidak dengan sendirinya menjadi ukuran keseluruhan mutu pelayanan rumah sakit.
Pihak manajemen Rumah Sakit tersebut mengkonfirmasi bahwa gambaran tersebut menarik untuk dilihat berdampingan dengan data resmi pemerintah. Dalam dashboard Indikator Nasional Mutu Kementerian Kesehatan, RS Umum Daerah dr. Achmad Darwis tercatat memiliki sejumlah capaian indikator pada Mei 2026, antara lain kepatuhan kebersihan tangan 99,29 persen, kepatuhan penggunaan APD 99 persen, kepatuhan identifikasi pasien 100 persen, kepatuhan waktu visite dokter 99,6 persen, kecepatan waktu tanggap terhadap komplain 100 persen, serta indikator kepuasan pasien yang tercatat 100 persen. Data tersebut diperbarui Kemenkes pada 8 Agustus 2026.
Dengan demikian, ulasan masyarakat dapat menjadi salah satu bahan untuk melihat bagaimana pelayanan rumah sakit dirasakan langsung oleh pasien dan keluarga, sementara indikator resmi memberikan ukuran lain yang dapat digunakan untuk melihat mutu pelayanan secara lebih terstruktur.
Profil dan sejarah RSUD dr. Achmad Darwis
RSUD dr. Achmad Darwis merupakan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota yang beralamat di Jalan Tan Malaka No. 1, Kecamatan Suliki. Berdasarkan profil resmi rumah sakit, fasilitas kesehatan ini mulai dioperasikan pada tahun 1986 dan pada awalnya dikenal dengan nama RSUD Suliki.
Perkembangan status rumah sakit berlangsung bertahap. Berdasarkan profil resmi RSUD, pada 1994 RSUD Suliki ditetapkan sebagai rumah sakit tipe D melalui keputusan Menteri Kesehatan. Pada 2011 rumah sakit dinyatakan lulus akreditasi tingkat dasar. Kemudian melalui Keputusan Kementerian Kesehatan Nomor HK 03.05/I/2233/12 tanggal 29 Oktober 2012, RSUD Suliki ditetapkan sebagai rumah sakit kelas C. Pada tahun yang sama, nama rumah sakit berubah menjadi RSUD dr. Achmad Darwis berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012, dan penggunaan nama tersebut efektif pada 2013.
Selanjutnya, melalui Keputusan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 498 Tahun 2013 tanggal 24 September 2013, RSUD dr. Achmad Darwis ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Pelaksanaan PPK-BLUD mulai efektif pada 1 Januari 2014.
Dalam perjalanan akreditasinya, RSUD dr. Achmad Darwis menjalani survei akreditasi KARS pada November 2017 dan dinyatakan lulus akreditasi perdana. Profil resmi rumah sakit juga mencatat pelaksanaan survei review/verifikasi pada 2018 dan 2020.
Berdasarkan sertifikat akreditasi Rumah Sakit dari KARS dengan nomor KARS-SERT/1385/XII/2023 menyatakan bahwa RSUD dr. Achmad Darwis telah dilakukan survey akreditasi dengan tingkat kelulusan Paripurna
Saat ini, data profil fasilitas kesehatan Kementerian Kesehatan mencatat RSUD dr. Achmad Darwis sebagai rumah sakit umum tipe C Non Pendidikan, berstatus BLUD dan dimiliki Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota. Direktur yang tercatat adalah dr. Ratmi. Rumah sakit tersebut memiliki luas tanah sekitar 14.861 meter persegi dan luas bangunan sekitar 9.819,05 meter persegi.
Sebagai rumah sakit daerah, RSUD dr. Achmad Darwis memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota. Karena itu, pengalaman pasien, masukan keluarga, data mutu pelayanan, serta respons pengelola terhadap berbagai keluhan menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan pelayanan rumah sakit dari waktu ke waktu.
Pewarta: Fitra Yadi Malin Parmato

.jpg)
Komentar0