Arosuka—BN-News- Di sela mendampingi kunjungan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Danrem O32/Wirabraja dan Kajati Sumbar ke sejumlah lokasi terdampak banjir bandang, Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH bersama Kapolres Solok Arosuka meninjau kondisi masyarakat di Perumahan Nuansa Griya Arosuka, Rabu (23/09).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati bersama Kapolres Solok Arosuka turut membantu proses pembersihan material lumpur yang menggenangi ruas jalan di kawasan kompleks perumahan.
Bupati Solok menyampaikan, terdapat tiga kawasan perumahan yang terdampak bencana dengan sekitar 240 warga terdampak, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Ada tiga perumahan yang terdampak bencana. Berdasarkan data yang kita dapat, ada sekitar 240 warga kita di sini, ada yang terdampak langsung dan ada yang tidak terdampak langsung.”
Penanganan bencana dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah daerah, Forkopimda, relawan, serta berbagai unsur lainnya. Kehadiran sejumlah pimpinan dan unsur terkait di lokasi menjadi bagian dari upaya bersama dalam membantu masyarakat menyelesaikan dampak bencana.
“Hari ini Forkopimda kita hadir di sini, termasuk juga Pak Pangdam, Pak Kapolda, semua hadir. Ini adalah petugas kita untuk membantu masyarakat, bagaimana persoalan ini bisa kita selesaikan secara bersama.”
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang datang membantu penanganan bencana di Kabupaten Solok.
“Saya ucapkan ribuan terima kasih untuk teman-teman para relawan yang datang dari kabupaten/kota di Sumatera Barat. Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya.”
Menurutnya, kehadiran para relawan menunjukkan semangat persatuan dan solidaritas masyarakat Sumatera Barat dalam menghadapi bencana.
“Inilah bentuk persatuan kita di Sumatera Barat, bentuk pertemanan kita. Satu terluka, yang lain ikut merasakan. Satu teman membantu teman yang lain.”
Selain pembersihan rumah dan lingkungan yang terdampak, pemerintah juga melakukan berbagai langkah penanganan, termasuk pembangunan dapur umum dan distribusi bantuan kepada masyarakat.
Bupati menyebut bencana yang kembali terjadi juga menjadi bahan evaluasi dan koreksi bersama bagi pemerintah. Evaluasi tersebut mencakup kondisi kawasan, aspek keselamatan masyarakat dan pegawai, serta proses perizinan yang berkaitan dengan kawasan terdampak.
“Perizinan AMDAL kita cek detail, mungkin seperti apa prosesnya dan akan kita evaluasi.”
Dampak terhadap kawasan perkantoran juga menjadi bagian dari pembahasan pascabencana. Dalam evaluasi tersebut, muncul wacana awal untuk mengkaji kemungkinan relokasi kawasan perkantoran ke lokasi yang lebih aman.
Wacana tersebut masih berada pada tahap pemikiran awal dan belum menjadi keputusan Pemerintah Kabupaten Solok. Pembahasan lebih lanjut akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kawasan, aspek keselamatan, serta masukan dari berbagai pihak.
“Kalau ini berbahaya, membahayakan keselamatan para pegawai kita, ini lebih berdampak luar biasa sebenarnya.”
Sementara itu, dalam penanganan di lapangan, aparatur sipil negara (ASN) juga turut membantu membersihkan kawasan yang terdampak banjir bandang.
“Tadi terlihat ASN itu ikut membantu membersihkan semua.”
Bupati menegaskan bahwa berbagai langkah yang dilakukan merupakan bagian dari upaya bersama dalam menangani dampak bencana sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk penanganan dan perbaikan ke depan.
“Insya Allah kita lakukan terus, karena beberapa waktu lalu kita terdampak bencana di akhir tahun 2025, hari ini terdampak bencana lagi. Mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar, koreksi kita bagi kita.”
Bjoo7




Komentar0