Jakarta -BN-NEWS- Ada momen yang jarang terjadi dalam sejarah peringatan Hari Buruh di Indonesia. Jumat pagi, 1 Mei 2026, kawasan Silang Monumen Nasional Jakarta berubah menjadi lautan manusia. Bukan untuk berunjuk rasa — melainkan untuk merayakan. Diperkirakan 400 ribu orang memadati Monas, terdiri dari unsur buruh hingga pengemudi ojek online yang datang khusus untuk mendengarkan pengumuman langsung dari pemerintah.
Di tengah kerumunan itulah Presiden Prabowo Subianto turun langsung. Bukan dari balik podium yang dingin dan berjarak — ia menerobos barisan massa, berjabat tangan, berpelukan, dan berbagi kaos yang ia rancang sendiri kepada para buruh. Kehadirannya ia sebut sebagai bentuk apresiasi, penghormatan, dan penghargaan terhadap perjuangan kaum buruh, tani, dan nelayan.
"Itu adalah tugas saya, itu adalah tugas pemerintah yang saya pimpin, dan itu adalah tekad kami. Kami tidak akan gentar, kami tidak akan menyerah, kami tidak akan ragu-ragu untuk membela kepentingan rakyat Indonesia," tegas Prabowo di hadapan ratusan ribu massa.
Tapi Prabowo tidak datang dengan tangan kosong.
Perayaan May Day 2026 ini terwujud setelah Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal berdiskusi selama hampir satu setengah jam bersama Prabowo, yang kemudian memutuskan peringatan Hari Buruh dialihkan dari rencana unjuk rasa di Gedung DPR menjadi perayaan bersama di Monas. Dari 11 isu yang dibawa KSPI, sejumlah isu krusial langsung mendapat respons dan penegasan dari Presiden.
Dalam sambutannya, Prabowo mengumumkan sederet kebijakan pro-buruh, mulai dari pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga yang telah dinantikan selama 22 tahun, penurunan potongan aplikator ojek online dari 20% menjadi maksimal 8%, hingga ratifikasi Konvensi ILO tentang perlindungan pekerja kapal.
Ia juga memastikan seluruh buruh dan keluarganya mendapatkan akses Cek Kesehatan Gratis, serta anak-anak dan istri buruh yang hamil atau menyusui dapat menerima program Makan Bergizi Gratis langsung ke rumah atau di sekolah.
Said Iqbal menilai pertemuan dan perayaan May Day tahun ini membawa harapan baru. "May Day bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum menyampaikan harapan dan tuntutan buruh. Dan dari 11 isu yang kami sampaikan, ada beberapa yang langsung mendapat respons dan penegasan dari Presiden," tegasnya.
Namun tidak semua gerakan buruh memilih jalan yang sama. Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak — termasuk KASBI, FPBI, dan FSBMM — memilih berunjuk rasa di depan Gedung DPR dengan sekitar 10 ribu peserta, mengusung tema "May Day bersama Rakyat".
Ketua KASBI Sunarno menyebut perayaan di Monas sarat narasi kooptasi kekuasaan.
Di Monas, riuh sorak terus pecah. Acara diisi dengan sambutan 25 presiden serikat buruh, pidato Presiden, hingga nyanyian bersama lagu perjuangan buruh internasional. Sementara di panggung, Prabowo melempar topi ke kerumunan, berjoget, dan terus turun menyapa massa — seolah ingin memastikan bahwa Hari Buruh 2026 ini benar-benar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Apakah semua kado itu cukup? Buruh Indonesia tahu betul — janji yang baik baru bermakna ketika ia benar-benar terwujud di lapangan.
Bjoo7.
#HariBuruh2026


Komentar0