![]() |
| Lomba mewarnai di Niagara Payakumbuh |
PAYAKUMBUH, BN-News — Swalayan Niagara Payakumbuh menghadirkan ruang kolaborasi dengan lembaga pendidikan anak usia dini melalui kegiatan Lomba Mewarnai Bersama Anak di wahana permainan Terrazone, lantai dua Swalayan Niagara, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan yang diikuti peserta dari TK Dharmasari Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan TK Indah Jelita, Koto Nan Gadang, Kota Payakumbuh, tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali aktivitas wahana permainan anak sekaligus memperkenalkan fasilitas Terrazone kepada masyarakat.
Menurut pengelola Terrazone, wahana permainan anak tersebut telah hadir sejak 2013. Namun, aktivitasnya sempat terhenti selama pandemi Covid-19 karena tidak ada pengunjung.
Setelah masa vakum tersebut, pengelola mulai menjalin komunikasi dengan sekolah-sekolah taman kanak-kanak. Kerja sama kemudian dikembangkan melalui kegiatan lomba mewarnai yang melibatkan anak-anak dan orang tua mereka.
Strategi tersebut secara bertahap membuka kembali ruang aktivitas di Terrazone. Menurut pengelola, kini sejumlah sekolah TK telah terjadwal mengikuti kegiatan serupa, dengan frekuensi penyelenggaraan sekitar dua kali dalam seminggu.
“Dengan strategi begini, kita saling menguntungkan. Kami bisa promosi dan sekolah-sekolah terfasilitasi,” ujar pengelola Terrazone.
Kolaborasi Usaha dan Pendidikan
Lomba mewarnai menjadi salah satu bentuk kegiatan yang mempertemukan kepentingan dunia usaha dengan kebutuhan lembaga pendidikan. Bagi pengelola, kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan wahana kepada calon pengunjung. Sementara bagi sekolah, kegiatan tersebut menyediakan alternatif aktivitas kreatif di luar lingkungan kelas.
Keterlibatan orang tua dalam lomba juga memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar dan berkreasi bersama keluarga. Dengan demikian, kegiatan di Terrazone tidak hanya berorientasi pada permainan, tetapi juga menghadirkan aktivitas yang berkaitan dengan kreativitas dan kebersamaan.
Kepala TK Dharmasari Sarilamak, Rini Oktori, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada pengelola Terrazone atas undangan yang diberikan kepada sekolahnya untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Rini mengajak anak-anak mengawali kegiatan dengan berdoa sebelum belajar.
“Terima kasih kepada pengelola Terrazone yang telah mengundang TK kami untuk kegiatan ini. Mari kita mulai dengan doa sebelum belajar, mari kita mulai berdoa ya anak-anak,” tuturnya.
Mengangkat Tema Kepedulian terhadap Lingkungan
Dalam perlombaan tersebut, anak-anak mewarnai gambar bertema kebakaran hutan. Juri lomba, Mulyadi, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan ketepatan penggunaan warna dan kebersihan hasil mewarnai.
Tema ini menghadirkan kesempatan untuk mengenalkan kepada anak-anak gambaran tentang kebakaran hutan melalui media visual yang sederhana dan sesuai dengan kegiatan mewarnai.
Selain melatih keterampilan, ketelitian, dan kerapian, kegiatan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan pentingnya menjaga lingkungan kepada anak sejak usia dini.
Pada akhir acara, panitia memberikan hadiah kepada peserta yang meraih juara pertama, kedua, dan ketiga. Masing-masing TK yang berpartisipasi juga menerima trofi, sedangkan sejumlah anak memperoleh hadiah doorprize.
Mengembangkan Aktivitas yang Bermanfaat
Pengalaman Terrazone menunjukkan salah satu pendekatan yang dapat ditempuh pengelola tempat usaha untuk membangun kembali aktivitas setelah mengalami penurunan pengunjung. Melalui komunikasi dan kerja sama dengan sekolah, wahana permainan anak dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan edukatif sekaligus sarana promosi.
Bagi Swalayan Niagara, aktivitas di Terrazone menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang lebih beragam bagi pengunjung. Kolaborasi dengan sekolah juga membuka peluang bagi kegiatan serupa untuk terus berlangsung secara terjadwal.
Ke depan, kerja sama antara pengelola tempat usaha dan lembaga pendidikan dapat menjadi ruang saling mendukung, selama kegiatan yang diselenggarakan tetap memperhatikan kebutuhan, keamanan, dan kenyamanan anak-anak.
Pewarta: F. MalinParmato


Komentar0