![]() |
| Acara buka bersama guru-guru, komite sekolah, wali murid, murid-murid UPTD SDN 04 Sarilamak pada Kamis, 1 Oktober 2026 |
SARILAMAK — Program pembentukan karakter religius di UPTD SDN 04 Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, terus dikembangkan. Setelah menjadi salah satu sekolah percontohan program Sakato Mangaji, sekolah tersebut kini mengembangkan pembiasaan keagamaan melalui program Kampus (Kamis Puasa Sunnah).
Program itu kembali terlihat dalam kegiatan buka bersama bulan ketiga Kampus yang digelar di UPTD SDN 04 Sarilamak, Kamis sore, 1 Oktober 2026. Kegiatan diikuti murid yang menjalankan puasa, terutama siswa kelas 4, 5 dan 6, bersama wali murid, komite sekolah serta sejumlah pejabat pendidikan dan pemerintahan Kecamatan Harau.
![]() |
| Kepala UPTD SDN 04 Sarilamak, Yulietra, S.Pd., (kanan) |
Kepala UPTD SDN 04 Sarilamak, Yulietra, S.Pd., mengatakan program Kampus pada awalnya diarahkan kepada siswa kelas 4, 5 dan 6. Namun, dalam perkembangannya, siswa kelas 2 dan 3 juga mulai ikut menjalankan puasa sunnah pada hari Kamis.
“Awalnya untuk kelas 4, 5 dan 6 dididik untuk berpuasa Sunnah Kamis. Tetapi kelas di bawahnya banyak yang ikut puasa juga, dari kelas 3 dan kelas 2,” ujar Yulietra.
Menurutnya, sekolah berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung anak-anak dalam menjalankan puasa. Salah satunya melalui kerja sama dengan SPPG dan kantin sekolah, sehingga pada hari Kamis kantin tidak berjualan dan MBG tidak diantarkan.
Langkah tersebut dilakukan karena lingkungan sekolah dapat menjadi tantangan tersendiri bagi anak yang sedang belajar berpuasa.
“Dari rumah sudah berpuasa, tetapi di sekolah terpengaruh oleh teman-temannya yang tidak berpuasa lalu jajan,” jelasnya.
![]() |
| UPTD SDN 04 Sarilamak |
Dari Sakato Mangaji ke Sakato Berjaya
Program Kampus tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, SDN 04 Sarilamak telah ditetapkan sebagai salah satu sekolah percontohan Sakato Mangaji, program Pemkab Lima Puluh Kota yang diluncurkan untuk memperkuat karakter religius peserta didik.
Dalam perkembangannya, Sakato Mangaji menjadi bagian dari pengembangan program Sakato Berjaya, yang diarahkan pada pembentukan karakter, akhlak, nilai agama dan budaya serta mental juara peserta didik.
Di tingkat sekolah, semangat tersebut kemudian diterjemahkan melalui berbagai pembiasaan. Selain Kamis Puasa Sunnah, SDN 04 Sarilamak juga melaksanakan shalat Dhuha secara bergantian setiap hari di mushalla sekolah.
Setiap Jumat, seluruh siswa juga mengikuti shalat Dhuha berjamaah di lapangan sekolah sebelum memasuki kelas untuk mengikuti pembelajaran.
![]() |
| Kasi GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota, Zulfikar Ayatullah, S.Pd., M.Pd., Dt. Dirajo |
Kasi GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota, Zulfikar Ayatullah, S.Pd., M.Pd., Dt. Dirajo, memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan SDN 04 Sarilamak.
Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu bentuk pengembangan nilai-nilai Sakato Berjaya di lingkungan sekolah.
Ia menyampaikan bahwa Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota sedang berada di Jakarta dalam tugas kedinasan. Namun, dirinya diminta untuk hadir dan mendampingi para siswa yang mengikuti program tersebut.
“Pak Datuak, harus hadir mendampingi anak-anak hebat hari ini,” kata Zulfikar mengutip pesan dari sekretaris dinas.
Zulfikar juga menyebut kegiatan tersebut sebagai latihan bagi anak-anak untuk membangun kebiasaan positif, termasuk membiasakan diri bangun lebih awal sebelum Subuh.
Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, belum ada sekolah negeri lain di Kabupaten Lima Puluh Kota yang secara rutin melaksanakan program Kampus seperti yang dilakukan SDN 04 Sarilamak.
![]() |
| Korwil Pendidikan Kecamatan Harau, Sofyan Efendi, M.Pd., |
Mendapat Apresiasi Kecamatan
Korwil Pendidikan Kecamatan Harau, Sofyan Efendi, M.Pd., menyebut para siswa yang menjalankan puasa sunnah sebagai anak-anak yang tangguh.
“Kalian semua adalah anak-anak saleh, anak-anak tangguh. Bisa berpuasa sunnah di tengah-tengah orang bebas makan dan minum,” ujarnya.
Menurut Sofyan, peserta program terus bertambah. Anak-anak yang sebelumnya mungkin merasa malu atau malas berpuasa akhirnya mulai memiliki semangat untuk menjalankannya.
![]() |
| Camat Harau Faizil Azis, S.IP., M.Si., |
Camat Harau Faizil Azis, S.IP., M.Si., juga memberikan apresiasi. Ia mengatakan baru mendengar adanya SD negeri di Kabupaten Lima Puluh Kota yang menerapkan program seperti itu secara konsisten.
Faizil menyampaikan gagasan agar pengalaman SDN 04 Sarilamak dapat dibawa kepada Bupati Lima Puluh Kota untuk kemudian disosialisasikan lebih luas.
“Dari sekolah lain nanti bisa datang ke sini, studi banding ke sini,” ujarnya.
Ia bahkan mengusulkan agar pada kegiatan buka bersama tiga bulan berikutnya dapat dihadirkan Bupati Lima Puluh Kota, atau apabila berhalangan, Wakil Bupati, bersama dinas-dinas terkait.
![]() |
| Kepala UPTD SDN 04 Sarilamak, Yulietra, S.Pd., |
Yulietra dan Gerakan Pembiasaan di Sekolah
Yulietra, S.Pd., yang kini memimpin UPTD SDN 04 Sarilamak, merupakan guru yang telah menempuh perjalanan cukup panjang di dunia pendidikan. Ia lahir pada 1 Maret 1984 dan menyelesaikan pendidikan D2 PGKMI IAIN Imam Bonjol Padang pada 2006, kemudian memperoleh gelar S.Pd. melalui Universitas Terbuka pada 2017.
Ia lulus CPNS pada 2011 dan pernah bertugas di SDN 21 PPA Pasar Pandan Air Mati, Kota Solok, sebelum pindah ke SDN 04 Sarilamak pada April 2017.
Di bawah kepemimpinannya, berbagai kegiatan pembiasaan dan penguatan karakter di sekolah terus dikembangkan bersama guru, komite, dewan kelas dan wali murid.
Bagi SDN 04 Sarilamak, Kamis Puasa Sunnah bukan semata kegiatan menahan lapar dan haus. Program tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan untuk membangun kebiasaan, ketahanan diri dan karakter religius anak sejak usia sekolah dasar.
Dan dari sekolah inilah, nilai-nilai Sakato Mangaji yang sebelumnya telah diperkenalkan mulai menemukan bentuk pengembangan baru melalui semangat Sakato Berjaya.
Pewarta: F. Malin Parmato








.jpg)
Komentar0