AGAM, Baritonagarinews.com - Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Mu'allimin Muhammadiyah Sawah Dangka, menggelar wisuda Tahfizh III dan HaflahTakharruj XIII di kampus Satu di Sawah Dangka, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu 17 Mei 2026.
Sebanyak 139 orang siswa/i terdiri dari kelas XII sebanyak 89 orang dan Kelas IX sebanyak 50 orang yang ikut wisuda tahfiz. Hebatnya diantara santri/i kelas XII ada yang mencapai hafalan Al-qur'an 30 juz sebanyak 9 orang. Selain itu rata rata siswa yang tamat dikelas XII Mu'allimin Muhammadiyah Sawah Sangka, hafal 8-27 juz al-qu'an
Sebahagian dari santri/i sudah diterima di Universitas Al Azhar Kairo Mesir, ada juga yang sudah di terima di Universitas ternama dalam negeri diantaranya di UIN Sunan Kalijaga Jogja Karta, UIN Syeh M.Djamil Djambek Bukittinggi, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Syarif Kasim Riau, UIN MUhammad Yunus Batusangkar, Poltekes Kemenkes Padang, UIN Sunan Gunung Jati Bandung, Universitas Negeri Surabaya.
Sedangkan santri/i wisuda Tahfizh kelas IX, hafal Qur'an 6-12 juz. Prestasi anak-anak Ponpes Qur'an Sawah Dangka, selama tiga tahun menimba ilmu dan jadi penghafal Quran cukup membanggakan.
"Kami sebagai orangtua siswa kelas IX, cukup bangga atas prestasi hafalan anak anak kami ini, semoga ini menjadi bekal bagi mereka dalam kehidupan ini. Dan tentu ucapan terimakasih kami kepada guru ustadz dan ustadzah yang sudah membimbing anak-anak kami hingga sampai hafal Qur'an," ungkap salah seorang orangtua santri kelas IX, Rismawati, disela-sela acara Haflah Takharruj XIII dan Wisuda Tahfizh III dengan tema "Menjaga cahaya al-Quran dalam perjalanan penuh makna" Minggu (17/5).
Salah seorang santri kelas IX, Habib Ramadhan yang ikut diwisuda hafalan 6 juz, mengaku sangat bangga dan senang dengan pencapaian hafalan. "Senang, semoga bisa ditingkatkan lagi. Terimakasih kepada ayah dan bunda, dan terimakasih kepada ustadz dan ustadzah yang sudah membimbing kami sehingga bisa menghafal Qur'an," ungkapnya senang.
Kepala Mudir Mu'allimin Muhammadiyah Sawah Dangka, menyebut santri kelas XII sesungguhnya baru memulai langkah untuk lebih menatap masa depan dengan penuh percaya diri. "Ini baru langkah awal untuk melangkah lebih sukses dimasa depan. Melangkah lah dengan gagah berani, agar bisa bersaing diluar sana dengan apa yang sudah ananda pelaraji di pondok," ungkap Utama Wardi.
Bupati Agam Beni Warlis, melalui staf ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM, Taslim, menyampaikan permohonan maaf Bupati Agam yang tidak bisa hadir karena agenda kenegaraan. "Kami apresiasi hafalan anak-anak bisa mencapai 30 juz, jarang ada pondok yang bisa melahirkan hafalan sampai 30 juz," ungkapnya.
Dia juga memuji santri ponpes yang lulus kuliah di luar negeri. "Kami apresiasi banyak sekali lulusan yang diterima di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Dan Pemda Agam juga memberikan dukungan Rp 15 juta perorang bagi yang melanjutkan ke-Timur Tengah bagi anak anak Kabupaten Agam, dengan syarat mengajukan ke-kabag kesra," ucapnya.
Tampak hadir pada acara wisudah Tahfizh itu, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Bukittinggi, Prof.Dr. Rusyaida D,M.Ag, Bupati Agam diwakili Staf Ahli Taslim, Pimpinan Abi Center Abi Hamdi, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bukittinggi, Syaflin, Kepala Kemenag, Camat Tilatang Kamang, Wali Nagari Gadut, dan undangan lainnya serta wali santri.
Pewarta : khatik

Komentar0