Solok-BN-News-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Solok kembali menghadirkan kegiatan pembinaan kerohanian yang sarat makna melalui Pengajian dan Pendidikan Agama Islam bertema “Merindukan Kasih Sayang Allah.”
Kegiatan ini berlangsung khidmat di Masjid Al-Maghfirah Lapas Solok dan diikuti dengan penuh antusias oleh warga binaan. Kamis(09/04)
Pengajian ini menghadirkan narasumber Buya Jondrizal, S.Ag, dari Pokjaluh Kementerian Agama Kota Solok yang menyampaikan tausiyah mendalam tentang keimanan dan kasih sayang Allah SWT.
Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa cinta kepada Allah akan berbalas cinta dari Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
“Jika kita mencintai Allah, maka Allah pasti mencintai kita. Bahkan satu kebaikan yang kita lakukan akan dibalas berlipat oleh Allah dan dosa-dosa kita diampuni,” ungkap Buya Jondrizal dengan penuh kehangatan.
Beliau juga menjelaskan bahwa bentuk cinta Allah kepada hamba-Nya tidak selalu berupa kemudahan, tetapi juga melalui ujian. Sejarah para nabi menjadi bukti bahwa kehidupan penuh ujian justru merupakan tanda kasih sayang Allah. Ujian tersebut bisa hadir dalam bentuk kesusahan maupun kesenangan, kesehatan maupun penyakit.
“Setiap ujian adalah cara Allah melihat apakah kita semakin dekat atau justru menjauh dari-Nya,” tambahnya.
Selain itu, warga binaan juga diajak untuk senantiasa menaati perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya sebagai bentuk nyata cinta kepada Sang Pencipta. Dengan ketaatan tersebut, Allah menjanjikan ampunan dan keberkahan dalam hidup.
Adapun kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari Blok B, termasuk warga binaan dari kamar pesantren dan lansia, serta didampingi oleh staf Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas).
Dengan suasana pengajian berlangsung penuh kekhusyukan, mencerminkan semangat warga binaan dalam memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kemudian melalui kegiatan ini, Lapas Solok terus berkomitmen dalam meningkatkan pembinaan kepribadian, khususnya dalam aspek keimanan dan ketakwaan. Diharapkan, kegiatan ini mampu menjadi bekal spiritual bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, baik selama masa pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat.
Bjoo7


Komentar0